Tim Tundang MTsN 1 Pontianak Sabet Juara 3 Festival Tundang Pelajar 2026
PONTIANAK — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kota Pontianak dalam upaya melestarikan kebudayaan lokal. Tim Tundang Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Pontianak berhasil meraih Juara 3 pada ajang Festival Tundang Pelajar 2026 tingkat SMP/MTs sederajat se-Kota Pontianak.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh MAN 1 Pontianak ini berlangsung pada Selasa, 15 September 2026, bertempat di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Jalan K.S. Tubun.
Mengusung tema "Lestarikan Budaya Lokal, Muda Berkarya Budaya Terjaga", festival ini bertujuan mengasah kreativitas pelajar dalam mengolah kesenian tundang. Tundang merupakan warisan budaya khas Pontianak yang memadukan keindahan tutur syair, pantun, serta irama alat musik tradisional.
Dalam kompetisi tersebut, Tim Tundang MTsN 1 Pontianak menurunkan tujuh siswa-siswi terbaik kelas VIII. Mereka tampil solid di hadapan dewan juri yang terdiri dari Sucipto, Shah Khurazny, S.H., dan Yuliaziti, S.Pd. Ketujuh peserta itu adalah Wildan Azizi dari kelas VIII D sebagai vokal/penutur pantun, Talita Azzahra Ratifa kelas VIII F pada alat musik biola, Farel Saputra kelas VIII E pada darbuka, Muhammad Zamir Putra kelas VIII A pada alat musik bas, serta Dafilal Tazkiyah, Belva Carissa, dan Marwah Fitri Zahirah dari kelas VIII A dan VIII B sebagai pemain rebana.
Kepala MTs Negeri 1 Pontianak, Arifin Gunandar, S.Pd.I menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras para siswa dan pembimbing. Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang ini merupakan bentuk komitmen madrasah untuk menanamkan rasa cinta budaya sejak dini. Ia juga menegaskan bahwa prestasi ini membuktikan generasi muda mampu berprestasi melalui seni tradisional.
Harmoni nada dari perpaduan rebana, darbuka, bas, dan gesekan biola yang mengiringi bait-bait pantun jenaka dan sarat pesan moral berhasil memukau dewan juri. Alunan tersebut mengantarkan piala kemenangan MTsN 1 Pontianak. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi para pelajar lain untuk terus berkarya dan menjaga kelestarian tradisi tutur khas Bumi Khatulistiwa.